
Metro — Sebuah langkah baru hadir di Universitas Muhammadiyah Metro pada 15 September melalui peresmian Halal Center UM Metro. Kehadiran pusat ini menjadi bagian dari upaya kampus memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam edukasi, pendampingan, dan penguatan ekosistem halal di tengah masyarakat.
Halal Center tidak hanya diposisikan sebagai ruang administratif yang berkaitan dengan halal, tetapi juga sebagai wadah untuk mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha. Melalui keberadaannya, UM Metro memiliki ruang yang lebih luas untuk mendorong literasi halal sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak.

Sebagai bagian dari struktur pengelolaannya, Fitriani, Kaprodi D3 Perbankan dan Keuangan UM Metro, dipercaya sebagai Ketua Halal Center. Peran tersebut memperkuat keterhubungan antara bidang akademik, pengembangan usaha, dan kebutuhan masyarakat dalam membangun ekosistem halal yang lebih terarah.
Bagi pelaku UMKM, ekosistem halal memiliki arti penting. Pemahaman mengenai produk halal, proses usaha, hingga pemenuhan ketentuan halal dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kepercayaan konsumen. Karena itu, kehadiran Halal Center di lingkungan perguruan tinggi juga dapat membuka ruang edukasi dan pendampingan bagi pelaku usaha yang ingin memperkuat daya saing produknya.
Dari sisi pendidikan, Halal Center memberikan peluang bagi mahasiswa untuk memahami persoalan halal tidak hanya dari teori, tetapi juga dari praktik yang berkembang di masyarakat. Pengetahuan tersebut dapat dikaitkan dengan berbagai bidang keilmuan, termasuk manajemen, keuangan, teknologi informasi, kewirausahaan, dan pengembangan UMKM.
Langkah ini juga memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Penguatan pendidikan dan literasi halal sejalan dengan SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, sementara pemberdayaan UMKM dan penguatan aktivitas ekonomi berkaitan dengan SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pelaku usaha, lembaga terkait, dan masyarakat turut mencerminkan semangat SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Dengan demikian, peresmian Halal Center pada 15 September bukan sekadar penanda hadirnya sebuah pusat baru di lingkungan kampus. Momentum tersebut menjadi bagian dari langkah UM Metro untuk memperkuat hubungan antara pendidikan, pemberdayaan masyarakat, UMKM, dan pengembangan ekonomi halal.
Ke depan, Halal Center UM Metro memiliki ruang untuk berkembang sebagai pusat kolaborasi yang menghadirkan manfaat bagi sivitas akademika sekaligus masyarakat. Dari lingkungan kampus, penguatan ekosistem halal diharapkan dapat terus bergerak menuju praktik yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah bagi dunia usaha serta masyarakat. (*)