Loading...
LOADING...
ADDRESS
Jl. Ki Hajar Dewantara No. 116 Iringmulyo
CONTACT
(0725) 42445
Jadwal Sholat Kota Metro
Memuat...
PENMARU
Program Vokasi UM Metro
Berita

Direktur Vokasi UM Metro Ikuti Pembinaan Diktilitbang, Meneguhkan Pendidikan yang Berkemajuan

Direktur Vokasi UM Metro Ikuti Pembinaan Diktilitbang, Meneguhkan Pendidikan yang Berkemajuan

Author
Redaksi
07 Agustus 2026
Tanggal Rilis
Berita
Kategori

METRO – Kemajuan perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengikuti perubahan, tetapi juga oleh keberanian untuk berinovasi, berkolaborasi, dan membaca kebutuhan masyarakat. Gagasan tersebut mengemuka dalam kegiatan pembinaan pimpinan Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) bersama Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Kegiatan yang berlangsung di Aula AR. Fachruddin, Jumat (7/8/2026) malam, menghadirkan Prof. Dr. Bambang Setiaji, M.Si. sebagai narasumber dengan tema “Peran Swasta dalam Memajukan Bangsa”. Kegiatan dibuka oleh Rektor UM Metro, Nyoto Suseno, dan dimoderatori oleh Wakil Rektor IV, Ichsan Dacholfani.

Di antara jajaran pimpinan yang mengikuti pembinaan tersebut, Direktur Program Vokasi UM Metro turut hadir. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari komitmen Vokasi untuk terus memahami arah pengembangan pendidikan tinggi Muhammadiyah sekaligus memperkuat peran pendidikan vokasi dalam menjawab kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.

Dalam pemaparannya, Prof. Bambang Setiaji mengajak peserta melihat kemajuan bangsa dari perspektif yang lebih luas. Menurutnya, berbagai lompatan besar dalam sains, seni, dan industri lahir dari kreativitas, keberanian mencoba, serta inovasi yang berkembang di sektor swasta. Karakter tersebut tercermin melalui efisiensi, kreativitas, inovasi, kemandirian, dan kemampuan mencari solusi.

Kemajuan, lanjutnya, tidak berhenti pada pertumbuhan ekonomi. Bangsa yang maju juga membutuhkan keadilan, kemanusiaan, perlindungan hak-hak, kebebasan berpendapat, serta nilai keagamaan yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat.

Pesan tersebut semakin memiliki makna ketika Prof. Bambang mengutip Surah Ali Imran ayat 110. Ayat tentang khairu ummah menjadi pengingat bahwa menjadi umat terbaik bukan sekadar tentang pencapaian, melainkan tentang kemampuan menghadirkan kebaikan dan manfaat melalui amar ma'ruf nahi munkar serta keimanan kepada Allah.

Dari perspektif pendidikan tinggi, Muhammadiyah memiliki ruang strategis dalam membangun kemajuan tersebut. Pendidikan tinggi tidak hanya berperan mencetak lulusan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari ekosistem yang melahirkan inovasi, mengembangkan sumber daya manusia, dan memperkuat berbagai sektor produktif masyarakat.

Bagi Program Vokasi UM Metro, gagasan tersebut menemukan relevansinya dalam misi pendidikan yang dekat dengan kebutuhan dunia kerja. Pendidikan vokasi dituntut untuk terus adaptif terhadap perkembangan teknologi, perubahan kebutuhan industri, serta dinamika masyarakat. Karena itu, inovasi dan kolaborasi menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas pendidikan dan kompetensi lulusan.

Prof. Bambang juga mengingatkan pentingnya menjaga keberlangsungan sektor swasta, usaha rakyat, UMKM, dan perguruan tinggi swasta. Efisiensi dan inovasi menjadi kunci agar sektor-sektor tersebut mampu bertahan dan berkembang, sementara kolaborasi antara pemerintah dan swasta diperlukan agar masing-masing dapat saling menguatkan.

Bagi Vokasi UM Metro, pembinaan ini bukan sekadar forum mendengarkan gagasan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat perspektif bahwa pendidikan vokasi harus terus bergerak mengikuti perubahan, membangun jejaring, serta menghadirkan lulusan yang memiliki kompetensi dan mampu memberikan kontribusi nyata.

Pada akhirnya, semangat pembinaan bermuara pada cita-cita yang lebih besar: menjadikan perguruan tinggi Muhammadiyah sebagai bagian dari kekuatan yang mencerdaskan, memberdayakan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Jayalah UM Metro, Menjadi Pencerah Ummat.”