
Metro – Program Vokasi Universitas Muhammadiyah Metro terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui penguatan kapasitas akademik. Direktur Program Vokasi UM Metro, Ketua Program Studi D-3 Perbankan dan Keuangan, serta Ketua Program Studi D-3 Akuntansi mengikuti Sharing Session Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) yang menjadi salah satu agenda strategis dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (AFEB PTMA) 2026 di Universitas Muhammadiyah Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh pimpinan perguruan tinggi, ketua program studi, dan dosen dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PTMA) di seluruh Indonesia. Forum ini menjadi sarana berbagi pengalaman dan penguatan implementasi Outcome-Based Education (OBE) sebagai pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada capaian kompetensi lulusan.
Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai penyusunan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), pemetaan mata kuliah berbasis OBE, penerapan Student-Centered Learning (SCL), hingga strategi evaluasi pembelajaran melalui Continuous Quality Improvement (CQI) sebagai bagian dari sistem penjaminan mutu berkelanjutan.
Keikutsertaan Direktur Program Vokasi bersama Ketua Program Studi D-3 Perbankan dan Keuangan serta Ketua Program Studi D-3 Akuntansi merupakan langkah nyata dalam memperkuat pengelolaan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), serta tuntutan mutu pendidikan tinggi.
Selain menjadi forum peningkatan kompetensi, Rakernas AFEB PTMA juga membuka ruang kolaborasi antarpengelola program studi untuk saling berbagi praktik baik, inovasi pembelajaran, dan strategi pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, Program Vokasi Universitas Muhammadiyah Metro diharapkan semakin siap mengimplementasikan kurikulum berbasis Outcome-Based Education secara optimal. Pengalaman dan wawasan yang diperoleh akan menjadi referensi dalam penyempurnaan kurikulum serta peningkatan kualitas pembelajaran, sehingga mampu menghasilkan lulusan vokasi yang unggul, profesional, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional. (*)