Loading...
LOADING...
ADDRESS
Jl. Ki Hajar Dewantara No. 116 Iringmulyo
CONTACT
(0725) 42445
Jadwal Sholat Kota Metro
Memuat...
PENMARU
Program Vokasi UM Metro
Kabar Terbaru

Berita

Memahami Disabilitas, Menguatkan Kepedulian, Program Vokasi UM Metro Dorong Budaya Inklusif
08
September 2026
Memahami Disabilitas, Menguatkan Kepedulian, Program Vokasi UM Metro Dorong Budaya Inklusif
September 2026

Metro - Kesadaran tentang disabilitas tidak cukup dibangun melalui pengetahuan, tetapi juga membutuhkan cara pandang yang mampu menempatkan setiap individu secara setara. Semangat itulah yang terasa dalam kegiatan disability awareness yang diikuti oleh tenaga kependidikan Universitas Muhammadiyah Metro, termasuk tenaga kependidikan Program Vokasi UM Metro, Wahyu Annisa Mega. Kegiatan yang berlangsung pada 8 September 2026 tersebut menjadi ruang untuk memperluas pemahaman mengenai disabilitas mental, intelektual, dan fisik. Peserta diajak mengenali karakteristik serta kebutuhan penyandang disabilitas sekaligus memahami bagaimana lingkungan pendidikan dapat memberikan dukungan yang tepat. Sejumlah perspektif disampaikan oleh dr. Windi Pertiwi, MMR., Siti Nurlaila, M.Psi., dan Hapy Ardiaviandaru Siamy, M.Fis. Kehadiran para narasumber memberikan pemahaman yang lebih beragam mengenai kondisi disabilitas, pendekatan yang tepat, serta pentingnya membangun komunikasi yang menghargai setiap individu. Pembahasan mengenai disabilitas fisik turut diperkaya oleh perspektif Hapy Ardiaviandaru Siamy, Sementara aspek mental dan intelektual memberikan gambaran bahwa setiap kondisi memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan yang tidak dapat disamaratakan. Bagi tenaga kependidikan, pemahaman tersebut memiliki arti penting dalam kehidupan kampus. Mereka berada di berbagai lini pelayanan dan berinteraksi dengan mahasiswa maupun warga kampus dalam aktivitas sehari-hari. Karena itu, kemampuan mengenali kebutuhan serta membangun komunikasi yang tepat menjadi bagian dari terciptanya layanan pendidikan yang lebih inklusif. Keikutsertaan Wahyu Annisa Mega sebagai tenaga kependidikan Program Vokasi menjadi bagian dari keterlibatan unit tersebut dalam membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya lingkungan yang ramah terhadap penyandang disabilitas. Penguatan wawasan ini diharapkan dapat diterapkan dalam berbagai bentuk interaksi dan pelayanan di lingkungan kampus. Lebih jauh, disability awareness mengajarkan bahwa inklusivitas bukan semata persoalan fasilitas atau akses fisik. Sikap, komunikasi, dan cara memperlakukan seseorang juga menjadi bagian penting dalam menciptakan ruang yang benar-benar inklusif. Melalui kegiatan tersebut, tenaga kependidikan UM Metro memperoleh kesempatan untuk memperluas perspektif sekaligus membangun kepekaan terhadap keberagaman kebutuhan di lingkungan pendidikan. Kesadaran ini menjadi langkah kecil yang memiliki arti besar ketika diterapkan dalam keseharian. Sebab, kampus yang inklusif tidak hanya dibangun melalui aturan dan fasilitas, tetapi juga melalui orang-orang di dalamnya yang bersedia memahami, menghargai, dan memberikan ruang yang setara bagi setiap individu. (*)

Program Vokasi UM Metro Perkuat Disability Awareness untuk Membangun Lingkungan Pendidikan Inklusif
09
September 2026
Program Vokasi UM Metro Perkuat Disability Awareness untuk Membangun Lingkungan Pendidikan Inklusif
September 2026

Metro - Sebuah gerakan sederhana tangan dapat menjadi jembatan komunikasi. Bagi sebagian orang, bahasa isyarat mungkin masih terasa asing. Namun, ketika dipelajari dan dipahami, ia membuka ruang interaksi yang lebih setara bagi mereka yang berkomunikasi dengan cara berbeda. Kesadaran itulah yang dibangun Program Vokasi Universitas Muhammadiyah Metro bersama PELITA UM Metro melalui kegiatan Pelatihan Bahasa Isyarat, Disability Awareness, dan Pendampingan Kelas Inklusi, yang berlangsung selama dua hari, 8–9 September 2026. Rangkaian pembelajaran dimulai pada 8 September dengan melibatkan tenaga kependidikan dan karyawan. Sehari berikutnya, kegiatan diperluas dengan kehadiran dosen bersama tenaga kependidikan dan karyawan. Direktur Program Vokasi, Ketua Program Studi D3 Sistem Informasi, dosen, serta staf turut mengikuti rangkaian tersebut. Bukan sekadar belajar menerjemahkan gerakan tangan, kegiatan ini mengajak peserta melihat disabilitas dari sudut pandang yang lebih luas. Disability awareness menjadi bagian penting untuk membangun pemahaman mengenai keberagaman kondisi, kebutuhan, serta cara berinteraksi yang tepat tanpa stigma maupun prasangka. Materi disampaikan oleh Faris dari Geraktin Lampung. Melalui penyampaian yang interaktif, peserta memperoleh perspektif tentang bagaimana lingkungan pendidikan dapat menjadi ruang yang lebih ramah bagi penyandang disabilitas. Pemahaman tersebut kemudian diperkuat melalui pengenalan bahasa isyarat sebagai salah satu bentuk komunikasi yang dapat digunakan dalam kehidupan akademik. Di ruang kelas, kemampuan berkomunikasi memiliki arti yang lebih dari sekadar menyampaikan materi. Ia menentukan apakah seseorang merasa didengar, dipahami, dan memiliki kesempatan yang sama untuk terlibat dalam proses belajar. Karena itu, kesiapan dosen dan tenaga kependidikan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif. Pengetahuan mengenai karakteristik kebutuhan mahasiswa, cara berkomunikasi, hingga pendampingan yang tepat dapat membantu menciptakan pengalaman belajar yang lebih nyaman dan bermakna. Bagi Program Vokasi UM Metro, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kompetensi, tetapi juga memperhatikan nilai kesetaraan dan kemanusiaan. Pendidikan vokasi pada akhirnya bukan hanya mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja, tetapi juga membentuk lingkungan yang mampu menghargai keberagaman. Dua hari pembelajaran bersama PELITA UM Metro menjadi momentum untuk melihat kembali bahwa inklusi dapat dimulai dari hal yang paling mendasar: kesediaan untuk memahami orang lain. Satu gerakan tangan yang dipelajari hari ini mungkin tampak sederhana. Namun, bagi seseorang yang selama ini menghadapi hambatan komunikasi, kemampuan orang lain untuk memahami bahasa tersebut dapat berarti hadirnya sebuah jembatan. Melalui penguatan disability awareness, bahasa isyarat, dan pemahaman mengenai pendampingan kelas, Program Vokasi UM Metro bersama PELITA UM Metro terus menumbuhkan lingkungan akademik yang lebih terbuka. Sebuah langkah kecil untuk memastikan bahwa setiap mahasiswa memiliki ruang yang sama untuk belajar, berinteraksi, dan berkembang. (*)

Langkah Nyata Menuju Dunia Kerja: Mahasiswa D3 Sistem Informasi UM Metro Selesaikan KKP di Klinik Hadimulyo Husada
02
September 2026
Langkah Nyata Menuju Dunia Kerja: Mahasiswa D3 Sistem Informasi UM Metro Selesaikan KKP di Klinik Hadimulyo Husada
September 2026

Metro — Ruang kelas memberi mahasiswa bekal pengetahuan, tetapi pengalaman di lapangan menghadirkan pelajaran yang berbeda. Di lingkungan kerja, teori berhadapan langsung dengan kebutuhan, persoalan, komunikasi, serta tanggung jawab yang harus diselesaikan secara nyata. Pengalaman tersebut dirasakan oleh mahasiswa Program Studi D3 Sistem Informasi Universitas Muhammadiyah Metro setelah menuntaskan Kuliah Kerja Praktik (KKP) di Klinik Hadimulyo Husada. Selama menjalani masa praktik, mereka berkesempatan mengenal lebih dekat dinamika pekerjaan sekaligus melihat bagaimana teknologi informasi menjadi bagian dari aktivitas pelayanan dan administrasi. Lingkungan klinik memberikan pengalaman tersendiri bagi mahasiswa yang selama ini lebih banyak mempelajari sistem informasi melalui pembelajaran akademik. Berada di tengah aktivitas pelayanan kesehatan membuat mereka perlu memahami alur pekerjaan, mengikuti prosedur yang berlaku, serta menyesuaikan diri dengan karakteristik lingkungan profesional. Di sinilah pengalaman lapangan menjadi penting. Kemampuan teknis yang diperoleh dari perkuliahan perlu berjalan beriringan dengan kedisiplinan, ketelitian, komunikasi, dan kemampuan bekerja sama. Setiap tugas yang dijalankan menjadi kesempatan untuk memahami bahwa penerapan teknologi selalu berkaitan dengan kebutuhan manusia dan proses kerja di dalam sebuah organisasi. Setelah rangkaian praktik berakhir, Dosen Program Studi D3 Sistem Informasi, Pujianto, melaksanakan penarikan KKP di Klinik Hadimulyo Husada. Momen tersebut sekaligus menjadi penanda selesainya proses pembelajaran lapangan yang telah dijalani. Pertemuan penarikan tidak sekadar menandai berakhirnya masa praktik. Ada pengalaman yang dibawa pulang, mulai dari pemahaman mengenai lingkungan profesional hingga kesadaran bahwa kesiapan memasuki dunia kerja membutuhkan lebih dari sekadar penguasaan teori. Bagi mahasiswa vokasi, pengalaman semacam ini menjadi bagian penting dalam membentuk kesiapan profesional. Berinteraksi dengan lingkungan kerja membantu mereka mengenali tuntutan yang mungkin tidak sepenuhnya ditemukan di ruang kuliah. Dari sana, kemampuan beradaptasi dan menyelesaikan persoalan dapat tumbuh melalui pengalaman langsung. Klinik Hadimulyo Husada pun menjadi salah satu ruang belajar yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan praktik. Interaksi selama masa KKP memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai penerapan kompetensi Sistem Informasi dalam lingkungan yang memiliki kebutuhan dan karakteristik berbeda. Kini, langkah tersebut telah sampai pada satu titik akhir. Namun, pengalaman yang diperoleh selama berada di lapangan menjadi bagian dari perjalanan yang akan terus dibawa ke tahap berikutnya. KKP bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan kesempatan untuk mengenal dunia profesional dari jarak yang lebih dekat. Dari ruang perkuliahan menuju lingkungan kerja, mahasiswa D3 Sistem Informasi UM Metro belajar bahwa kompetensi tidak dibentuk dalam satu proses. Ia tumbuh melalui pengetahuan, pengalaman, kedisiplinan, serta kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi. Penarikan di Klinik Hadimulyo Husada akhirnya bukan hanya tentang berakhirnya sebuah masa praktik. Lebih dari itu, momen tersebut menjadi salah satu langkah nyata bagi mahasiswa untuk menyiapkan diri menyambut perjalanan profesional setelah menyelesaikan pendidikan vokasi. (*)

Dari Kampus ke Dunia Perbankan: Mahasiswa D3 Perbankan dan Keuangan UM Metro Tuntaskan Magang di BRI Purbolinggo
01
September 2026
Dari Kampus ke Dunia Perbankan: Mahasiswa D3 Perbankan dan Keuangan UM Metro Tuntaskan Magang di BRI Purbolinggo
September 2026

Metro — Pengalaman belajar bagi mahasiswa vokasi tidak hanya diperoleh melalui pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga melalui praktik langsung di dunia kerja. Hal tersebut dirasakan oleh mahasiswa D3 Perbankan dan Keuangan Program Vokasi Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) yang telah menyelesaikan program magang di BRI Purbolinggo. Setelah menjalani rangkaian kegiatan magang, mahasiswa secara resmi ditarik kembali oleh Program Vokasi UM Metro. Kegiatan penarikan tersebut menjadi penanda berakhirnya masa praktik kerja sekaligus momentum untuk mengevaluasi pengalaman dan kompetensi yang telah diperoleh mahasiswa selama berada di lingkungan perbankan. Dalam kegiatan tersebut, Dosen D3 Perbankan dan Keuangan, Durotun Nasikah, turut mendampingi proses penarikan mahasiswa. Kehadiran dosen dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memastikan pelaksanaan magang berjalan dengan baik serta memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan pengalaman yang diperoleh selama menjalani praktik kerja. Selama mengikuti magang di BRI Purbolinggo, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengenal secara langsung lingkungan kerja perbankan. Berbagai pengalaman tersebut menjadi pelengkap pembelajaran yang diperoleh di kampus, khususnya dalam memahami penerapan pengetahuan dan keterampilan perbankan dalam situasi kerja nyata. Tidak hanya berkaitan dengan kompetensi teknis, kegiatan magang juga memberikan pengalaman dalam membangun kedisiplinan, tanggung jawab, komunikasi, ketelitian, kerja sama, dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan profesional. Bagi pendidikan vokasi, pengalaman tersebut memiliki peran penting karena mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan kompetensi yang dipelajari sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Melalui kegiatan magang, mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana proses kerja, pelayanan, serta budaya profesional diterapkan di lingkungan industri perbankan. Penarikan mahasiswa dari BRI Purbolinggo menjadi akhir dari satu tahapan pembelajaran sekaligus awal bagi mahasiswa untuk membawa pengalaman tersebut ke tahap berikutnya. Berbagai pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama magang diharapkan dapat menjadi bekal dalam menyelesaikan pendidikan serta mempersiapkan diri memasuki dunia kerja setelah lulus. Program Vokasi UM Metro terus mendorong mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Kolaborasi dengan berbagai mitra industri menjadi bagian penting dalam memperkuat keterkaitan antara pembelajaran akademik dan praktik profesional. Dengan berakhirnya program magang di BRI Purbolinggo, mahasiswa D3 Perbankan dan Keuangan UM Metro diharapkan semakin siap menghadapi dunia profesional dengan membawa pengalaman, kompetensi, dan pemahaman yang lebih baik mengenai industri perbankan. Dari kampus menuju dunia kerja, pengalaman magang menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar, beradaptasi, dan mempersiapkan diri menjadi lulusan vokasi yang kompeten dan profesional. (*)

Menata Anggaran, Menguatkan Kinerja : Program Vokasi UM Metro Raih Terbaik 2 Tingkat Fakultas
13
Agustus 2026
Menata Anggaran, Menguatkan Kinerja : Program Vokasi UM Metro Raih Terbaik 2 Tingkat Fakultas
Agustus 2026

METRO – Di balik setiap program yang berjalan, ada proses perencanaan yang menentukan bagaimana sumber daya digunakan. Anggaran bukan sekadar angka dalam dokumen, melainkan bagian dari upaya memastikan setiap kegiatan memiliki arah, prioritas, dan manfaat yang jelas. Semangat itulah yang mengantarkan Program Vokasi Universitas Muhammadiyah Metro meraih Terbaik 2 kategori Pengelolaan Anggaran Tingkat Fakultas Tahun Anggaran 2025/2026. Capaian tersebut menjadi bagian dari rangkaian Rapat Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Universitas Muhammadiyah Metro Tahun Akademik 2026/2027. Penghargaan ini sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas pengelolaan anggaran yang dilakukan dalam mendukung pelaksanaan program dan pencapaian kinerja unit. Bagi Program Vokasi, capaian tersebut tidak berdiri sendiri. Pengelolaan anggaran merupakan bagian dari rangkaian kerja yang dimulai dari perencanaan, penetapan kebutuhan dan prioritas, pelaksanaan program, hingga evaluasi. Setiap tahapan membutuhkan ketelitian agar sumber daya yang tersedia dapat diarahkan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Dalam rangkaian RKAT, proses evaluasi juga diperkuat melalui paparan Laporan Audit Tahun 2025/2026 oleh Satuan Pengawas Internal (SPI) Universitas Muhammadiyah Metro. Kehadiran laporan audit menjadi bagian penting dalam melihat pelaksanaan tata kelola sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan pada periode berikutnya. Pengelolaan anggaran yang baik pada akhirnya tidak hanya diukur dari bagaimana anggaran digunakan, tetapi juga dari sejauh mana perencanaan tersebut mampu mendukung program kerja. Ketepatan dalam menentukan prioritas, kedisiplinan dalam pelaksanaan, serta evaluasi terhadap hasil menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tata kelola yang sehat. Bagi Program Vokasi, penghargaan Terbaik 2 menjadi refleksi atas proses tersebut. Capaian ini menunjukkan bahwa pengelolaan sumber daya dapat berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kinerja dan mutu layanan pendidikan. Namun, sebuah penghargaan bukanlah titik akhir. Memasuki Tahun Akademik 2026/2027, capaian tersebut justru menjadi pijakan untuk terus melakukan perbaikan. Perencanaan anggaran perlu semakin selaras dengan program strategis, sementara evaluasi harus terus digunakan sebagai dasar dalam menentukan langkah berikutnya. Pada akhirnya, menata anggaran berarti menata prioritas. Ketika anggaran dikelola dengan cermat, setiap sumber daya memiliki arah yang lebih jelas untuk mendukung program dan tujuan institusi. Dari proses itulah Program Vokasi UM Metro terus bergerak menata anggaran, menguatkan kinerja, dan membangun tata kelola yang semakin baik untuk mendukung peningkatan mutu secara berkelanjutan.(*)