Loading...
LOADING...
ADDRESS
Jl. Ki Hajar Dewantara No. 116 Iringmulyo
CONTACT
(0725) 42445
Jadwal Sholat Kota Metro
Memuat...
PENMARU
Program Vokasi UM Metro
Kabar Terbaru

Berita

Perluas Kolaborasi DUDIKA, Vokasi UM Metro Siapkan Lulusan Siap Kerja
20
Juli 2026
Perluas Kolaborasi DUDIKA, Vokasi UM Metro Siapkan Lulusan Siap Kerja
Juli 2026

Metro – Program Vokasi Universitas Muhammadiyah Metro terus memperkuat kemitraan dengan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA) sebagai wujud komitmen dalam menghasilkan lulusan yang unggul, kompeten, dan siap bersaing di dunia profesional. Penguatan kemitraan ini dilakukan melalui perluasan kolaborasi dengan berbagai mitra strategis dari sektor industri, perbankan, pemerintahan, maupun dunia usaha. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Program Vokasi melakukan audiensi dan penjajakan kerja sama dengan PT BPRS Metro Madani. Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam membangun sinergi yang berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan program vokasi sekaligus memperluas peluang pengembangan kompetensi mahasiswa. Dalam diskusi yang berlangsung, kedua belah pihak membahas berbagai bentuk kolaborasi yang dapat diwujudkan, di antaranya program magang mahasiswa, kuliah praktisi, penyelarasan kurikulum berbasis kebutuhan industri, pelaksanaan sertifikasi kompetensi, penelitian terapan, hingga peluang rekrutmen lulusan. Direktur Program Vokasi Sri Retnaning Rahayu menyampaikan bahwa kemitraan dengan berbagai institusi merupakan bagian penting dalam mewujudkan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja. "Kami meyakini bahwa lulusan vokasi harus dibekali tidak hanya dengan pengetahuan akademik, tetapi juga pengalaman kerja nyata dan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri. Oleh karena itu, Program Vokasi  terus memperluas jejaring kemitraan agar mahasiswa memperoleh kesempatan belajar langsung dari dunia kerja dan memiliki daya saing yang tinggi setelah lulus," ungkap perempuan yang kerap disapa bunda itu. Melalui kolaborasi dengan PT BPRS Metro Madani, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman nyata dalam lingkungan kerja profesional, khususnya pada sektor perbankan syariah. Selain mendukung pembelajaran berbasis praktik, kerja sama ini juga membuka ruang kolaborasi dalam pengembangan kompetensi digital, literasi keuangan, serta pemanfaatan teknologi informasi di dunia industri. dengan mengusung semangat "Kuliah Cepat, Kerja Hebat" sebagai identitas program vokasi yang berorientasi pada percepatan kompetensi dan kesiapan kerja. Dengan masa studi yang efisien, pembelajaran berbasis praktik, serta dukungan jaringan kemitraan industri yang terus berkembang, mahasiswa dipersiapkan untuk mampu memasuki dunia kerja dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan pasar. Ke depan, Program Vokasi akan terus memperluas kolaborasi dengan berbagai mitra DUDIKA sebagai implementasi konsep link and match antara perguruan tinggi dan dunia kerja. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat daya saing lulusan, serta mendukung peningkatan penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor.(*)

Program Vokasi UM Metro Berkomitmen Menjamin Kesiapan Kerja Mahasiswa Melalui Kemitraan Industri
16
Juli 2026
Program Vokasi UM Metro Berkomitmen Menjamin Kesiapan Kerja Mahasiswa Melalui Kemitraan Industri
Juli 2026

Metro – Program Vokasi Universitas Muhammadiyah Metro terus memperkuat komitmennya dalam mencetak lulusan yang siap memasuki dunia kerja melalui perluasan kemitraan strategis dengan berbagai institusi dan dunia usaha. Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan melalui kunjungan dan penjajakan kerja sama dengan BMT Assyafi'iyah BN sebagai mitra industri. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi konsep link and match antara perguruan tinggi vokasi dengan dunia kerja. Melalui kemitraan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung di lingkungan kerja profesional melalui program magang, praktik industri, hingga peluang rekrutmen setelah menyelesaikan pendidikan. Program Vokasi UM Metro memiliki orientasi pembelajaran yang menitikberatkan pada penguasaan kompetensi, keterampilan praktis, serta pengalaman kerja nyata. Oleh karena itu, setiap mahasiswa didorong untuk mengikuti program magang dalam jangka waktu yang memadai sehingga mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri sejak masih berstatus mahasiswa. Direktur Program Vokasi Sri Retnaning Rahayu menegaskan bahwa kemitraan dengan dunia industri merupakan salah satu pilar utama dalam penyelenggaraan pendidikan vokasi. "Pendidikan vokasi harus mampu menjawab kebutuhan dunia kerja. Oleh karena itu, kami terus memperluas kerja sama dengan berbagai mitra industri agar mahasiswa memiliki kesempatan belajar langsung di lingkungan kerja, mengembangkan kompetensi profesional, serta memperoleh peluang karier setelah lulus," ujarnya. Kerja sama dengan BMT Assyafi'iyah BN diharapkan semakin memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan industri, khususnya dalam penyelenggaraan program magang, pengembangan kompetensi mahasiswa, sertifikasi, penelitian terapan, serta penyerapan lulusan sesuai kebutuhan sektor keuangan syariah. Ke depan, Program Vokasi Universitas Muhammadiyah Metro akan terus memperluas jejaring kemitraan dengan berbagai industri di tingkat regional maupun nasional. Langkah ini menjadi bagian dari strategi institusi dalam mewujudkan pendidikan vokasi yang adaptif terhadap perkembangan dunia kerja sekaligus meningkatkan daya saing lulusan. Dengan dukungan mitra industri yang terus berkembang, Program Vokasi Universitas Muhammadiyah Metro berkomitmen menghadirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik dan keterampilan, tetapi juga memiliki pengalaman kerja nyata, jejaring profesional, serta peluang karier yang lebih luas sejak masih menjadi mahasiswa. (*)  

Merancang Masa Depan D-3 Sistem Informasi Lewat Penyusunan Kurikulum Adaptif
03
Februari 2026
Merancang Masa Depan D-3 Sistem Informasi Lewat Penyusunan Kurikulum Adaptif
Februari 2026

METRO - Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat menuntut perguruan tinggi untuk terus melakukan pembaruan. Kurikulum tidak lagi hanya menjadi pedoman pembelajaran, tetapi juga menjadi kunci dalam menghasilkan lulusan yang mampu menjawab kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Berangkat dari semangat tersebut, Program Studi D-3 Sistem Informasi menggelar kegiatan penyusunan kurikulum pada tanggal 3–4 Februari 2026. Kegiatan tersebut dihadiri oleh dosen homebase Program Vokasi Yaitu Mujito, S.Kom., M.Kom selaku Kaprodi beserta Tim Dosen Pujianto, S.Kom., M.Kom., Budi Asmanto, S.T., M.T.I., Ika Arthalia Wulandari, S.Kom, M.Kom., Hera Fransiska, S.Kom., M.T.I, dan Dr. Suyud Widodo, M.Pd. sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan. Selama dua hari, para dosen berdiskusi secara intensif untuk mengevaluasi kurikulum yang telah berjalan sekaligus menyusun pembaruan yang lebih relevan dengan perkembangan teknologi informasi. Berbagai aspek menjadi perhatian, mulai dari capaian pembelajaran, struktur mata kuliah, hingga penguatan pembelajaran berbasis praktik sesuai karakteristik pendidikan vokasi. Dalam forum tersebut disampaikan bahwa kurikulum harus terus berkembang agar mampu mengikuti perubahan zaman. Pembelajaran di perguruan tinggi tidak cukup hanya membekali mahasiswa dengan teori, tetapi juga harus memperkuat keterampilan, kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, dan pemecahan masalah yang dibutuhkan di dunia kerja. Suasana diskusi berlangsung aktif dengan berbagai masukan dari para dosen. Setiap usulan menjadi bagian penting dalam penyempurnaan kurikulum sehingga proses pembelajaran diharapkan semakin inovatif, aplikatif, dan selaras dengan kebutuhan industri. Penyusunan kurikulum ini menjadi wujud komitmen Program Vokasi Universitas Muhammadiyah Metro dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Melalui kolaborasi seluruh dosen homebase, diharapkan kurikulum yang dihasilkan mampu melahirkan lulusan yang kompeten, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki daya saing di tingkat nasional maupun global. "Kurikulum yang baik bukan hanya mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu mempersiapkan mahasiswa menjadi lulusan yang siap berkarya, berinovasi, dan memberikan solusi bagi masyarakat," menjadi harapan yang mengakhiri rangkaian kegiatan tersebut.(*)  

Merajut Jejaring Global, UM Metro Menguatkan Langkah Akademisi Berkelas Dunia
04
Juli 2026
Merajut Jejaring Global, UM Metro Menguatkan Langkah Akademisi Berkelas Dunia
Juli 2026

METRO – Langkah menuju akademisi berkelas dunia tidak dimulai ketika seseorang menyandang gelar doktor. Perjalanan itu justru dimulai dari keberanian untuk menentukan arah keilmuan, membangun jejaring internasional, serta menghadirkan penelitian yang mampu memberi manfaat bagi masyarakat. Semangat itulah yang memenuhi Auditorium Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro), saat puluhan sivitas akademika mengikuti International Academic Coaching Program. kegiatan ini berlangsung pada hari sabtu 04 juli 2026. Sejak pagi, auditorium dipadati para pimpinan universitas, direktur, dekan, ketua program studi, dosen, hingga mahasiswa pascasarjana. Mereka datang dengan tujuan yang sama, memperluas wawasan mengenai strategi menempuh pendidikan doktor, membangun kolaborasi internasional, dan meningkatkan kualitas publikasi ilmiah. Mengusung tema Strategic Preparation for PhD Success and International Publication, kegiatan yang diinisiasi Pusat Kerja Sama dan Kantor Urusan Internasional (PKKUI) UM Metro tersebut menjadi bagian dari langkah nyata universitas dalam memperkuat internasionalisasi dan memperluas jejaring akademik bersama Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM). Acara dibuka oleh Wakil Rektor IV UM Metro, Muhammad Ichsan Dacholfany, yang menegaskan bahwa perguruan tinggi saat ini harus mampu melahirkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap berkompetisi di tingkat global melalui kolaborasi, riset, dan inovasi. Menurutnya, internasionalisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab tantangan global. Semangat itulah yang terus diupayakan UM Metro melalui berbagai kerja sama internasional. Di balik penyelenggaraan program tersebut, PKKUI yang dipimpin Yasmika Baihaqi terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi mitra. International Academic Coaching Program menjadi salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut, menghadirkan akademisi internasional agar pengalaman dan jejaring global dapat dirasakan langsung oleh sivitas akademika UM Metro. Kesempatan itu dimanfaatkan dengan menghadirkan dua akademisi dari Universiti Muhammadiyah Malaysia, yakniProf. Emeritus Dr. Rushami Zien Yusoff dan Assoc. Prof. Dr. Dwi Santoso, yang berbagi pengalaman mengenai perjalanan studi doktor, strategi membangun penelitian berkualitas, hingga pentingnya kolaborasi internasional. Dalam sesinya, Rushami Zien Yusoff mengajak peserta melihat pendidikan doktor sebagai proses pembentukan seorang ilmuwan, bukan sekadar upaya memperoleh gelar akademik. Menurutnya, seorang doktor dituntut mampu melahirkan gagasan baru, berpikir mandiri, dan memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan maupun penyelesaian persoalan di masyarakat. "A PhD is not just about earning a degree; it is about becoming an independent researcher who creates knowledge, solves real-world problems, and contributes to society," tegasnya. Rushami menjelaskan bahwa penelitian doktor harus menghasilkan kontribusi ilmiah yang orisinal. Kebaruan tidak selalu berarti menemukan sesuatu yang benar-benar baru, tetapi dapat diwujudkan melalui pengembangan konsep, pendekatan, maupun interpretasi baru terhadap persoalan yang telah ada. Karena itu, ia mendorong peserta untuk membangun kemampuan berpikir kritis, membaca literatur secara mendalam, serta berani mempertahankan argumentasi ilmiah berdasarkan bukti yang kuat. Sementara itu, suasana auditorium kembali hening ketika Dwi Santoso membuka materinya dengan sebuah pertanyaan sederhana. "What expert are you going to be?" Pertanyaan tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan doktor bukan hanya tentang menyelesaikan disertasi, melainkan membangun identitas keilmuan. Menurut Dwi, setiap calon peneliti harus mampu menentukan bidang kepakaran yang spesifik sehingga memiliki posisi yang jelas dalam komunitas akademik. Ia menjelaskan bahwa banyak proposal doktor ditolak bukan karena kemampuan akademik penelitinya, tetapi karena belum mampu menunjukkan research gap dan kontribusi ilmiah yang kuat. Oleh sebab itu, ia mengajak peserta agar tidak sekadar mengikuti tren penelitian, melainkan berani mengembangkan bidang yang masih terbuka sehingga mampu menghasilkan inovasi. Pengalaman pribadinya menjadi ilustrasi menarik. Berawal dari bidang Pendidikan Bahasa Inggris, Dwi memilih mendalami linguistik forensik, bidang yang saat itu belum banyak dikembangkan. Keputusan tersebut kemudian membawanya menjadi saksi ahli dalam berbagai perkara hukum di Indonesia maupun Malaysia. "Saya ingin memberikan sesuatu yang baru. Jangan hanya mengejar gelar PhD, tetapi pikirkan kontribusi apa yang ingin Anda berikan kepada masyarakat dan dunia akademik," ungkapnya. Tidak hanya membahas strategi studi doktor, Dwi juga menyoroti pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia akademik. Menurutnya, berbagai platform AI dapat membantu peneliti mempercepat pencarian literatur, pengelolaan referensi, hingga penyusunan naskah ilmiah. Namun, teknologi tetap harus digunakan secara bijaksana. "AI boleh digunakan, tetapi jangan sampai membuat kita kehilangan kemampuan berpikir. Gunakan AI sebagai pendamping, bukan sebagai pengganti proses belajar," pesannya. Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan penelitian tidak diukur dari banyaknya artikel yang diterbitkan, melainkan dari dampak yang dihasilkan. "Research is about creating impact, not merely publishing papers. Strong collaboration and continuous learning are the keys to academic excellence," ujarnya. Diskusi yang berlangsung setelah sesi pemaparan menunjukkan antusiasme peserta. Berbagai pertanyaan diajukan, mulai dari strategi memperoleh beasiswa doktor, menentukan topik penelitian yang memiliki novelty, membangun kolaborasi dengan profesor luar negeri, hingga peluang publikasi pada jurnal bereputasi internasional. Forum tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus mempertemukan gagasan antara akademisi Indonesia dan Malaysia. Komitmen memperkuat jejaring internasional tidak berhenti pada forum diskusi. Pada kesempatan yang sama, Universitas Muhammadiyah Metro dan Universiti Muhammadiyah Malaysia menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) sebagai dasar pengembangan kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengembangan sumber daya manusia. Kerja sama tersebut kemudian diperkuat melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Program Vokasi UM Metro dan Universiti Muhammadiyah Malaysia. Selain itu, Program Studi D-3 Sistem Informasi, D-3 Akuntansi, serta D-3 Perbankan dan Keuangan juga menandatangani Implementation Agreement (IA) bertema Strengthening International Collaboration through Academic Benchmarking, Doctoral Study Opportunities, and Pre-PhD Coaching. Kesepakatan tersebut membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, mulai dari academic benchmarking, penelitian bersama, publikasi internasional, hingga pendampingan bagi dosen yang akan melanjutkan studi doktor. Rangkaian kegiatan itu menjadi penegasan bahwa internasionalisasi bukan sekadar membangun hubungan antarlembaga, tetapi menghadirkan kesempatan nyata bagi sivitas akademika untuk berkembang di tingkat global. Ketika acara berakhir, para peserta meninggalkan auditorium dengan lebih dari sekadar materi presentasi dan sertifikat. Mereka membawa perspektif baru bahwa perjalanan menjadi akademisi berkelas dunia dimulai dari keberanian menentukan arah keilmuan, kemauan untuk terus belajar, membangun kolaborasi lintas negara, serta menghasilkan penelitian yang mampu memberi dampak bagi masyarakat. Melalui International Academic Coaching Program, UM Metro kembali menegaskan komitmennya untuk terus merajut jejaring global dan memperkuat budaya akademik yang unggul. Sebab, di tengah kompetisi pendidikan tinggi yang semakin terbuka, universitas tidak hanya dituntut mencetak lulusan yang kompeten, tetapi juga melahirkan peneliti, inovator, dan pemimpin akademik yang mampu membawa ilmu pengetahuan melampaui batas ruang dan negara. (*)

Di Balik Selembar Naskah Puisi
02
Juli 2026
Di Balik Selembar Naskah Puisi
Juli 2026

Bandar Lampung - Jemari itu menggenggam erat selembar naskah puisi. Sesekali ia menarik napas panjang sebelum melangkah ke tengah panggung. Sorot lampu mulai mengarah, sementara puluhan pasang mata tertuju kepadanya. Di hadapan dewan juri dan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Provinsi Lampung, Anas Nur Fatoni, mahasiswa Program Vokasi Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro), bersiap menghidupkan Sagu Ambon, puisi karya W.S. Rendra yang sarat pesan tentang kemanusiaan dan perdamaian. Suasana aula Politeknik Negeri Lampung (Polinela) yang menjadi lokasi Pekan Seni Mahasiswa Daerah (PEKSIMIDA) terasa hening ketika bait demi bait mulai dilantunkan. Dengan intonasi yang tegas, ekspresi yang penuh penghayatan, serta gerak tubuh yang menyatu dengan isi puisi, Anas berusaha menghadirkan makna yang lebih dari sekadar untaian kata. Baginya, puisi bukan hanya seni membaca, melainkan media untuk menyampaikan nilai-nilai kehidupan kepada banyak orang. Ia memilih Sagu Ambon bukan tanpa alasan. Puisi karya W.S. Rendra itu menyampaikan pesan yang tetap relevan hingga kini. Salah satu larik yang paling menggugah berbunyi, "Daripada membakar masjid, daripada membakar gereja, lebih baik kita bakar sagu saja." Menurut Anas, penggalan tersebut mengajarkan bahwa perbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk saling membenci."Saya memilih puisi ini karena pesannya sangat dekat dengan kehidupan kita. Perbedaan agama, suku, maupun budaya bukan untuk dipertentangkan, tetapi menjadi kekuatan untuk saling menghargai. Melalui puisi, saya ingin menyampaikan bahwa perdamaian selalu lebih indah daripada permusuhan," ujar laki-laki berkacamata itu. Keikutsertaannya dalam PEKSIMIDA menjadi pengalaman yang membuka ruang belajar baru. Bertemu dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Lampung membuatnya semakin termotivasi untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang seni sastra. "Bisa tampil di PEKSIMIDA adalah kebanggaan bagi saya. Selain menguji kemampuan, saya juga mendapat banyak pengalaman dan inspirasi dari peserta lain. Semoga ke depan semakin banyak mahasiswa UM Metro yang berani tampil dan berkarya di tingkat provinsi," tuturnya. Bagi Anas, setiap panggung adalah ruang untuk bertumbuh. Setiap bait puisi yang dibacakan bukan sekadar untuk dinilai, tetapi juga menjadi cara menyampaikan pesan kemanusiaan kepada siapa pun yang mendengarnya. Dari selembar naskah puisi yang digenggamnya, lahir harapan agar sastra terus menjadi jembatan yang menghubungkan keberagaman, menumbuhkan empati, dan menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya. Melalui langkah kecilnya di panggung PEKSIMIDA, Anas turut membawa semangat Universitas Muhammadiyah Metro untuk terus hadir tidak hanya dalam prestasi akademik, tetapi juga dalam pengembangan seni, budaya, dan nilai-nilai kemanusiaan.(*)