Loading...
LOADING...
ADDRESS
Jl. Ki Hajar Dewantara No. 116 Iringmulyo
CONTACT
(0725) 42445
Jadwal Sholat Kota Metro
Memuat...
PENMARU
Program Vokasi UM Metro
Kabar Terbaru

Berita

Bukan Sekadar Anggaran, RKAT UM Metro Jadi Ruang Menata Masa Depan
13
Agustus 2026
Bukan Sekadar Anggaran, RKAT UM Metro Jadi Ruang Menata Masa Depan
Agustus 2026

METRO – Masa depan sebuah perguruan tinggi tidak lahir hanya dari angka-angka dalam dokumen anggaran. Ia berawal dari arah yang jelas, kemudian diperkuat melalui evaluasi, pengawasan, dan perencanaan yang matang. Semangat itulah yang terasa dalam rangkaian Rapat Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Universitas Muhammadiyah Metro Tahun Akademik 2026/2027 yang berlangsung di Aula Gedung Ar Fachrudin, Kamis (13/8/2026). Pagi itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Metro, Nyoto Suseno, menjadi pembicara pertama yang menyampaikan arah pengembangan UM Metro untuk Tahun Akademik 2026/2027. Paparan tersebut menjadi pijakan awal bagi peserta untuk melihat ke mana universitas akan melangkah. Berbagai rencana pengembangan tidak berdiri sendiri, tetapi perlu diterjemahkan oleh setiap unit kerja sesuai dengan peran dan kebutuhannya masing-masing. Dari arah besar universitas, pembahasan kemudian bergerak pada apa yang telah dilakukan. Purwiro Harjati menyampaikan hasil Rapat Tinjauan Manajemen (RTM). Paparan ini menjadi bagian dari proses untuk melihat kembali pelaksanaan program, capaian yang telah diperoleh, sekaligus berbagai hal yang masih membutuhkan perhatian dan perbaikan. Setelah melihat hasil tinjauan manajemen, rangkaian kegiatan berlanjut pada aspek pengawasan. Elmira Febri Darmayanti, selaku Kepala Satuan Pengawas Internal (SPI) UM Metro, menyampaikan hasil audit internal. Laporan tersebut memberikan gambaran mengenai hasil pengawasan terhadap pengelolaan dan pelaksanaan kegiatan di lingkungan universitas. Rangkaian paparan tersebut menunjukkan bahwa perencanaan untuk masa depan tidak dapat dipisahkan dari evaluasi atas apa yang telah dilakukan. Arah menjadi pijakan, tinjauan menjadi bahan perbaikan, sementara audit menjadi bagian dari penguatan tata kelola. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Ketua Badan Pembina Harian UM Metro, Mukhtar Hadi, juga turut memberikan sambutan. Kehadiran BPH menjadi bagian dari sinergi dalam menjaga arah pengembangan universitas dan memperkuat komitmen kelembagaan. Setelah berbagai paparan tersebut, pembahasan bergerak pada realisasi dan pengembangan program serta penyusunan anggaran untuk periode berikutnya. Di tengah proses tersebut, Program Vokasi UM Metro turut mengambil bagian. Direktur Program Vokasi, Sri Retnaning Rahayu, bersama para ketua program studi di lingkungan Vokasi mengikuti rangkaian kegiatan sebagai bagian dari proses menyelaraskan kebutuhan pendidikan vokasi dengan arah pengembangan universitas. Program Vokasi menaungi tiga program studi, yakni D3 Sistem Informasi, D3 Akuntansi, serta D3 Perbankan dan Keuangan. Masing-masing memiliki kebutuhan dan karakteristik tersendiri, tetapi seluruhnya memiliki tujuan yang sama: memperkuat pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa dan dunia kerja. Bagi Vokasi, hasil evaluasi dan audit menjadi bahan penting dalam menentukan prioritas. Catatan dari pelaksanaan program sebelumnya dapat menjadi dasar untuk memperbaiki hal-hal yang masih perlu diperkuat, sementara capaian yang telah diperoleh dapat menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh. Di sinilah RKAT menemukan maknanya yang lebih luas. Forum tersebut bukan hanya membicarakan berapa besar anggaran yang tersedia, tetapi juga bagaimana anggaran tersebut diterjemahkan menjadi program yang memiliki tujuan dan manfaat. Pembahasan mencakup berbagai bidang di lingkungan UM Metro, mulai dari akademik, kemahasiswaan dan alumni, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan serta kerja sama, hingga keuangan dan umum. Setiap unit membawa kebutuhan dan program masing-masing. Namun, semuanya perlu berada dalam satu arah agar tidak berjalan sendiri-sendiri. Bagi Program Vokasi, penyelarasan tersebut menjadi penting. Program kerja di tingkat program studi perlu memiliki keterkaitan dengan sasaran pengembangan universitas. Dengan demikian, kegiatan akademik, penguatan kompetensi mahasiswa, kerja sama, dan berbagai program pendukung dapat direncanakan secara lebih terarah. Pada tahap berikutnya, pembahasan memasuki aspek anggaran. Distribusi pagu masing-masing unit, perubahan Standar Biaya Masukan, alokasi anggaran, serta mekanisme input dan klinik pagu menjadi bagian dari proses penyusunan rencana kerja. Namun, angka tetap bukan tujuan akhir. Anggaran hanyalah instrumen. Nilainya terletak pada bagaimana ia digunakan untuk menggerakkan program, meningkatkan kualitas layanan, mendukung mahasiswa, dan mencapai target yang telah ditetapkan. Bagi Program Vokasi UM Metro, rangkaian RKAT menjadi momentum untuk membawa kebutuhan pendidikan vokasi ke dalam proses perencanaan universitas. Direktur bersama para ketua program studi tidak hanya melihat apa yang perlu dilakukan, tetapi juga bagaimana setiap langkah dapat ditempatkan dalam arah pengembangan UM Metro secara keseluruhan. Dari paparan Rektor, hasil tinjauan manajemen, laporan audit internal, hingga pembahasan program dan anggaran, rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan satu proses yang saling berkaitan: menentukan arah, melihat capaian, mengevaluasi, mengawasi, lalu merencanakan. Sebab masa depan perguruan tinggi tidak dibangun dalam satu keputusan. Ia tumbuh dari proses yang terus menerus—dari keberanian mengevaluasi, ketelitian merencanakan, dan kesungguhan seluruh unsur untuk menjalankan apa yang telah disepakati. Bukan sekadar anggaran, RKAT UM Metro menjadi ruang menata masa depan. Dan bagi Program Vokasi, ruang itu menjadi momentum untuk menyelaraskan langkah, memperkuat program, dan memastikan pendidikan vokasi terus bergerak menjawab kebutuhan zaman. (*)

Menjaga Mutu, Menguatkan Kinerja: Program Vokasi UM Metro Gelar Rapat Evaluasi Bulanan
12
Agustus 2026
Menjaga Mutu, Menguatkan Kinerja: Program Vokasi UM Metro Gelar Rapat Evaluasi Bulanan
Agustus 2026

METRO – Menjaga kualitas tidak hanya berbicara tentang hasil akhir, tetapi juga tentang bagaimana setiap proses terus dievaluasi dan diperbaiki. Semangat tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan rapat bulanan Program Vokasi Universitas Muhammadiyah Metro yang digelar pada Rabu, 12 Agustus 2026, di Ruang Rapat Program Vokasi, Gedung B. Rapat yang diikuti oleh dosen dan staf Program Vokasi tersebut menjadi ruang bersama untuk melihat kembali pelaksanaan program sekaligus menyusun langkah ke depan. Dalam surat undangan, kegiatan ini mencakup tiga agenda utama, yaitu Rapat Bulanan Agustus, Rapat Pelaksanaan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM), dan Rapat Persiapan Rapat Kinerja Tahunan (RKT). Di tengah suasana rapat, pembahasan berlangsung secara interaktif. Para peserta berdiskusi, menyampaikan pandangan, serta mencermati berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan Program Vokasi. Forum tersebut menjadi momentum untuk membangun kesamaan langkah dalam menjalankan program dan tanggung jawab kelembagaan. Turut hadir TPMF Program Vokasi, Muhamad Alfarisi, Kehadiran unsur penjaminan mutu dalam rapat memberikan penguatan terhadap pentingnya evaluasi sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas penyelenggaraan Program Vokasi. Bagi sebuah institusi pendidikan, evaluasi bukan sekadar kegiatan administratif. Evaluasi menjadi proses untuk melihat apa yang telah berjalan, mengenali bagian yang masih perlu diperbaiki, dan memastikan setiap rencana dapat dilaksanakan secara lebih terarah. Karena itu, rapat bulanan menjadi salah satu ruang penting bagi Program Vokasi untuk membangun budaya kerja yang terbuka terhadap evaluasi. Setiap kegiatan yang telah dilaksanakan dapat menjadi bahan pembelajaran untuk menentukan langkah berikutnya. Agenda Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) yang turut dibahas dalam pertemuan tersebut juga menunjukkan adanya perhatian terhadap proses evaluasi pada tingkat manajemen. Sementara itu, persiapan Rapat Kinerja Tahunan (RKT) menjadi bagian dari upaya menyiapkan agenda kinerja secara lebih terarah. Lebih dari sekadar pertemuan rutin, rapat tersebut menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi antara dosen dan staf Program Vokasi. Komunikasi yang terbangun dalam forum bersama menjadi modal penting agar pelaksanaan berbagai agenda dapat berjalan sejalan dengan tujuan yang telah ditetapkan. Kehadiran TPMF juga menjadi pengingat bahwa mutu perlu ditempatkan sebagai bagian dari setiap proses. Peningkatan kualitas tidak lahir dari satu kegiatan, melainkan dari kebiasaan untuk terus melakukan evaluasi, menerima masukan, dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan. Melalui rapat evaluasi bulanan ini, Program Vokasi UM Metro terus meneguhkan langkah untuk membangun tata kelola yang semakin baik. Evaluasi menjadi pijakan, koordinasi menjadi kekuatan, dan perbaikan menjadi arah bersama. Dari sebuah ruang rapat sederhana, komitmen untuk menjaga mutu dan menguatkan kinerja terus dibangun. Sebab bagi Program Vokasi UM Metro, kualitas bukan hanya tentang apa yang dicapai hari ini, tetapi juga tentang kesediaan untuk terus belajar dan menjadi lebih baik pada hari esok. (*)  

Direktur Program Vokasi UM Metro Perkuat Tata Kelola Anggaran melalui Tinjauan Manajemen
11
Agustus 2026
Direktur Program Vokasi UM Metro Perkuat Tata Kelola Anggaran melalui Tinjauan Manajemen
Agustus 2026

METRO – Layar besar di ruang pertemuan menampilkan tema “Tinjauan Manajemen atas Penggunaan dan Pengelolaan Anggaran”. Di hadapan layar tersebut, Direktur Program Vokasi, Sri Retnaning Rahayu, menyampaikan paparan mengenai penggunaan dan pengelolaan anggaran di lingkungan Program Vokasi. Suasana berlangsung serius. Pembahasan tidak sekadar berkutat pada angka dan laporan, tetapi juga menjadi ruang untuk melihat kembali bagaimana anggaran digunakan dan sejauh mana pengelolaannya mampu mendukung pelaksanaan program di lingkungan Program Vokasi UM Metro. Kegiatan Tinjauan Manajemen atas Penggunaan dan Pengelolaan Anggaran Program Vokasi UM Metro tersebut dilaksanakan pada 10 Agustus 2026 dengan melibatkan tiga program studi, yakni D3 Perbankan dan Keuangan, D3 Akuntansi, dan D3 Sistem Informasi. Ketika Anggaran Berbicara tentang Prioritas Bagi sebuah institusi pendidikan, anggaran bukan sekadar angka dalam laporan. Di balik setiap alokasi terdapat kebutuhan, prioritas, dan tanggung jawab untuk memastikan berbagai program dapat berjalan secara efektif. Dalam paparannya, Sri Retnaning Rahayu menyampaikan gambaran mengenai penggunaan dan pengelolaan anggaran Program Vokasi. Paparan tersebut menjadi bagian dari proses evaluasi untuk melihat kesesuaian antara perencanaan, pelaksanaan, serta kebutuhan program yang berlangsung di lingkungan vokasi. Tinjauan tersebut menjadi penting karena setiap sumber daya yang dikelola memiliki kaitan dengan keberlangsungan berbagai aktivitas akademik dan kelembagaan. Pengelolaan yang tepat diharapkan dapat memastikan kebutuhan program memperoleh dukungan secara proporsional dan terarah. Di sinilah pengelolaan anggaran tidak lagi hanya dipahami sebagai urusan administratif namun menjadi bagian dari tata kelola. Dari Paparan Menuju Evaluasi Paparan yang disampaikan Sri Retnaning Rahayu membuka ruang untuk melihat pengelolaan anggaran dari perspektif yang lebih luas. Penggunaan anggaran perlu ditempatkan dalam konteks kebutuhan program dan tujuan pengembangan Program Vokasi. Evaluasi menjadi penting agar pelaksanaan yang telah berjalan dapat ditinjau kembali. Apa yang sudah sesuai dapat dipertahankan, sementara bagian yang masih membutuhkan penyempurnaan dapat menjadi bahan perbaikan pada periode berikutnya. Kehadiran tiga program studi dalam kegiatan tersebut juga memperlihatkan bahwa pengelolaan anggaran merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. D3 Perbankan dan Keuangan, D3 Akuntansi, serta D3 Sistem Informasi memiliki kebutuhan dan karakteristik program yang berbeda, tetapi berada dalam satu ekosistem pengelolaan Program Vokasi. Karena itu, keselarasan dalam perencanaan dan pengelolaan menjadi penting. Menata Sumber Daya, Menguatkan Program Pengelolaan anggaran yang baik pada akhirnya bukan hanya tentang seberapa besar anggaran yang tersedia, tetapi bagaimana sumber daya tersebut dapat digunakan secara efektif untuk mendukung tujuan yang telah ditetapkan. Melalui tinjauan manajemen, Program Vokasi memiliki ruang untuk melakukan refleksi terhadap proses yang telah berjalan. Evaluasi semacam ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola yang semakin tertib, transparan, efektif, dan akuntabel. Bagi Sri Retnaning Rahayu, paparan dalam forum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman bersama mengenai pengelolaan anggaran di lingkungan Program Vokasi. Bagi program studi, kegiatan ini menjadi momentum untuk melihat kembali kebutuhan dan pelaksanaan program dari perspektif tata kelola yang lebih terarah. Sebab, setiap angka dalam anggaran pada akhirnya memiliki tujuan yang lebih besar untuk mendukung keberlangsungan program, memperkuat layanan pendidikan, dan menciptakan ruang bagi Program Vokasi untuk terus berkembang. Di ruang pertemuan itu, pembahasan tentang anggaran pun menemukan makna yang lebih luas. Bukan sekadar tentang angka yang masuk dan keluar, melainkan tentang bagaimana setiap sumber daya dipertanggungjawabkan dan diarahkan untuk memberi manfaat. Dari tinjauan, lahir evaluasi. Dari evaluasi, terbuka ruang perbaikan. Dan dari tata kelola yang semakin baik, Program Vokasi UM Metro terus menata langkah menuju pengelolaan pendidikan vokasi yang lebih efektif dan berkelanjutan. (*)

Direktur Vokasi UM Metro Ikuti Pembinaan Diktilitbang, Meneguhkan Pendidikan yang Berkemajuan
07
Agustus 2026
Direktur Vokasi UM Metro Ikuti Pembinaan Diktilitbang, Meneguhkan Pendidikan yang Berkemajuan
Agustus 2026

METRO – Kemajuan perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengikuti perubahan, tetapi juga oleh keberanian untuk berinovasi, berkolaborasi, dan membaca kebutuhan masyarakat. Gagasan tersebut mengemuka dalam kegiatan pembinaan pimpinan Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) bersama Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Kegiatan yang berlangsung di Aula AR. Fachruddin, Jumat (7/8/2026) malam, menghadirkan Prof. Dr. Bambang Setiaji, M.Si. sebagai narasumber dengan tema “Peran Swasta dalam Memajukan Bangsa”. Kegiatan dibuka oleh Rektor UM Metro, Nyoto Suseno, dan dimoderatori oleh Wakil Rektor IV, Ichsan Dacholfani. Di antara jajaran pimpinan yang mengikuti pembinaan tersebut, Direktur Program Vokasi UM Metro turut hadir. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari komitmen Vokasi untuk terus memahami arah pengembangan pendidikan tinggi Muhammadiyah sekaligus memperkuat peran pendidikan vokasi dalam menjawab kebutuhan dunia kerja dan masyarakat. Dalam pemaparannya, Prof. Bambang Setiaji mengajak peserta melihat kemajuan bangsa dari perspektif yang lebih luas. Menurutnya, berbagai lompatan besar dalam sains, seni, dan industri lahir dari kreativitas, keberanian mencoba, serta inovasi yang berkembang di sektor swasta. Karakter tersebut tercermin melalui efisiensi, kreativitas, inovasi, kemandirian, dan kemampuan mencari solusi. Kemajuan, lanjutnya, tidak berhenti pada pertumbuhan ekonomi. Bangsa yang maju juga membutuhkan keadilan, kemanusiaan, perlindungan hak-hak, kebebasan berpendapat, serta nilai keagamaan yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat. Pesan tersebut semakin memiliki makna ketika Prof. Bambang mengutip Surah Ali Imran ayat 110. Ayat tentang khairu ummah menjadi pengingat bahwa menjadi umat terbaik bukan sekadar tentang pencapaian, melainkan tentang kemampuan menghadirkan kebaikan dan manfaat melalui amar ma'ruf nahi munkar serta keimanan kepada Allah. Dari perspektif pendidikan tinggi, Muhammadiyah memiliki ruang strategis dalam membangun kemajuan tersebut. Pendidikan tinggi tidak hanya berperan mencetak lulusan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari ekosistem yang melahirkan inovasi, mengembangkan sumber daya manusia, dan memperkuat berbagai sektor produktif masyarakat. Bagi Program Vokasi UM Metro, gagasan tersebut menemukan relevansinya dalam misi pendidikan yang dekat dengan kebutuhan dunia kerja. Pendidikan vokasi dituntut untuk terus adaptif terhadap perkembangan teknologi, perubahan kebutuhan industri, serta dinamika masyarakat. Karena itu, inovasi dan kolaborasi menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas pendidikan dan kompetensi lulusan. Prof. Bambang juga mengingatkan pentingnya menjaga keberlangsungan sektor swasta, usaha rakyat, UMKM, dan perguruan tinggi swasta. Efisiensi dan inovasi menjadi kunci agar sektor-sektor tersebut mampu bertahan dan berkembang, sementara kolaborasi antara pemerintah dan swasta diperlukan agar masing-masing dapat saling menguatkan. Bagi Vokasi UM Metro, pembinaan ini bukan sekadar forum mendengarkan gagasan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat perspektif bahwa pendidikan vokasi harus terus bergerak mengikuti perubahan, membangun jejaring, serta menghadirkan lulusan yang memiliki kompetensi dan mampu memberikan kontribusi nyata. Pada akhirnya, semangat pembinaan bermuara pada cita-cita yang lebih besar: menjadikan perguruan tinggi Muhammadiyah sebagai bagian dari kekuatan yang mencerdaskan, memberdayakan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. “Jayalah UM Metro, Menjadi Pencerah Ummat.”

Program Vokasi UM Metro Perkuat Jejaring Alumni, Bangun Kolaborasi untuk Kemajuan Bersama
07
Agustus 2026
Program Vokasi UM Metro Perkuat Jejaring Alumni, Bangun Kolaborasi untuk Kemajuan Bersama
Agustus 2026

Metro – Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) kembali mempererat hubungan dengan para alumninya melalui kegiatan Temu Alumni Universitas Muhammadiyah Metro yang mengusung tema "Silaturahmi, Kolaborasi, Sukses Bersama". Kegiatan yang berlangsung di Aula G.Buya Hamka, Jumat (7/8/2026), menjadi momentum untuk memperkuat jejaring alumni sekaligus membangun kolaborasi dalam mendukung kemajuan universitas. Kegiatan tersebut menghadirkan Rektor Universitas Muhammadiyah Metro, Nyoto Suseno, sebagai narasumber utama yang menyampaikan pentingnya peran alumni sebagai mitra strategis dalam pengembangan institusi. Turut hadir Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Eva Rolia, serta Wakil Direktur Program Vokasi Universitas Muhammadiyah Metro, Khoeroni, bersama jajaran sivitas akademika dan alumni dari berbagai angkatan. Dalam paparannya, Nyoto Suseno menegaskan bahwa alumni merupakan aset berharga yang tidak hanya membawa nama baik almamater di berbagai bidang profesi, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan, pengembangan jejaring, serta membuka peluang kolaborasi dengan dunia usaha, dunia industri, dan masyarakat. Bagi Program Vokasi UM Metro, kehadiran dalam kegiatan ini menjadi wujud komitmen untuk terus memperkuat hubungan dengan alumni. Melalui sinergi yang terbangun, alumni diharapkan dapat berkontribusi dalam peningkatan kompetensi mahasiswa melalui program magang, rekrutmen lulusan, kuliah praktisi, hingga berbagai bentuk kerja sama yang mendukung implementasi pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja. Temu Alumni juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan inspirasi antargenerasi alumni sehingga tercipta jejaring profesional yang semakin luas dan produktif. Semangat silaturahmi, kolaborasi, dan sukses bersama diharapkan mampu menjadi fondasi dalam membangun hubungan yang berkelanjutan antara alumni dan Universitas Muhammadiyah Metro. Melalui kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Metro menegaskan komitmennya untuk terus merawat ikatan dengan para alumni sebagai bagian penting dari ekosistem pendidikan tinggi. Dengan dukungan seluruh sivitas akademika, termasuk Program Vokasi, sinergi antara kampus dan alumni diharapkan mampu menghasilkan berbagai kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi pengembangan institusi, mahasiswa, dan masyarakat luas.(*)