Agustus 2026
METRO – Masa depan sebuah perguruan tinggi tidak lahir hanya dari angka-angka dalam dokumen anggaran. Ia berawal dari arah yang jelas, kemudian diperkuat melalui evaluasi, pengawasan, dan perencanaan yang matang.
Semangat itulah yang terasa dalam rangkaian Rapat Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Universitas Muhammadiyah Metro Tahun Akademik 2026/2027 yang berlangsung di Aula Gedung Ar Fachrudin, Kamis (13/8/2026).
Pagi itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Metro, Nyoto Suseno, menjadi pembicara pertama yang menyampaikan arah pengembangan UM Metro untuk Tahun Akademik 2026/2027.
Paparan tersebut menjadi pijakan awal bagi peserta untuk melihat ke mana universitas akan melangkah. Berbagai rencana pengembangan tidak berdiri sendiri, tetapi perlu diterjemahkan oleh setiap unit kerja sesuai dengan peran dan kebutuhannya masing-masing.
Dari arah besar universitas, pembahasan kemudian bergerak pada apa yang telah dilakukan.
Purwiro Harjati menyampaikan hasil Rapat Tinjauan Manajemen (RTM). Paparan ini menjadi bagian dari proses untuk melihat kembali pelaksanaan program, capaian yang telah diperoleh, sekaligus berbagai hal yang masih membutuhkan perhatian dan perbaikan.
Setelah melihat hasil tinjauan manajemen, rangkaian kegiatan berlanjut pada aspek pengawasan.
Elmira Febri Darmayanti, selaku Kepala Satuan Pengawas Internal (SPI) UM Metro, menyampaikan hasil audit internal. Laporan tersebut memberikan gambaran mengenai hasil pengawasan terhadap pengelolaan dan pelaksanaan kegiatan di lingkungan universitas.
Rangkaian paparan tersebut menunjukkan bahwa perencanaan untuk masa depan tidak dapat dipisahkan dari evaluasi atas apa yang telah dilakukan. Arah menjadi pijakan, tinjauan menjadi bahan perbaikan, sementara audit menjadi bagian dari penguatan tata kelola.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Ketua Badan Pembina Harian UM Metro, Mukhtar Hadi, juga turut memberikan sambutan. Kehadiran BPH menjadi bagian dari sinergi dalam menjaga arah pengembangan universitas dan memperkuat komitmen kelembagaan.
Setelah berbagai paparan tersebut, pembahasan bergerak pada realisasi dan pengembangan program serta penyusunan anggaran untuk periode berikutnya.
Di tengah proses tersebut, Program Vokasi UM Metro turut mengambil bagian. Direktur Program Vokasi, Sri Retnaning Rahayu, bersama para ketua program studi di lingkungan Vokasi mengikuti rangkaian kegiatan sebagai bagian dari proses menyelaraskan kebutuhan pendidikan vokasi dengan arah pengembangan universitas.
Program Vokasi menaungi tiga program studi, yakni D3 Sistem Informasi, D3 Akuntansi, serta D3 Perbankan dan Keuangan. Masing-masing memiliki kebutuhan dan karakteristik tersendiri, tetapi seluruhnya memiliki tujuan yang sama: memperkuat pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa dan dunia kerja.
Bagi Vokasi, hasil evaluasi dan audit menjadi bahan penting dalam menentukan prioritas. Catatan dari pelaksanaan program sebelumnya dapat menjadi dasar untuk memperbaiki hal-hal yang masih perlu diperkuat, sementara capaian yang telah diperoleh dapat menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh.
Di sinilah RKAT menemukan maknanya yang lebih luas.
Forum tersebut bukan hanya membicarakan berapa besar anggaran yang tersedia, tetapi juga bagaimana anggaran tersebut diterjemahkan menjadi program yang memiliki tujuan dan manfaat.
Pembahasan mencakup berbagai bidang di lingkungan UM Metro, mulai dari akademik, kemahasiswaan dan alumni, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan serta kerja sama, hingga keuangan dan umum.
Setiap unit membawa kebutuhan dan program masing-masing. Namun, semuanya perlu berada dalam satu arah agar tidak berjalan sendiri-sendiri.
Bagi Program Vokasi, penyelarasan tersebut menjadi penting. Program kerja di tingkat program studi perlu memiliki keterkaitan dengan sasaran pengembangan universitas. Dengan demikian, kegiatan akademik, penguatan kompetensi mahasiswa, kerja sama, dan berbagai program pendukung dapat direncanakan secara lebih terarah.
Pada tahap berikutnya, pembahasan memasuki aspek anggaran. Distribusi pagu masing-masing unit, perubahan Standar Biaya Masukan, alokasi anggaran, serta mekanisme input dan klinik pagu menjadi bagian dari proses penyusunan rencana kerja.
Namun, angka tetap bukan tujuan akhir.
Anggaran hanyalah instrumen. Nilainya terletak pada bagaimana ia digunakan untuk menggerakkan program, meningkatkan kualitas layanan, mendukung mahasiswa, dan mencapai target yang telah ditetapkan.
Bagi Program Vokasi UM Metro, rangkaian RKAT menjadi momentum untuk membawa kebutuhan pendidikan vokasi ke dalam proses perencanaan universitas. Direktur bersama para ketua program studi tidak hanya melihat apa yang perlu dilakukan, tetapi juga bagaimana setiap langkah dapat ditempatkan dalam arah pengembangan UM Metro secara keseluruhan.
Dari paparan Rektor, hasil tinjauan manajemen, laporan audit internal, hingga pembahasan program dan anggaran, rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan satu proses yang saling berkaitan: menentukan arah, melihat capaian, mengevaluasi, mengawasi, lalu merencanakan.
Sebab masa depan perguruan tinggi tidak dibangun dalam satu keputusan. Ia tumbuh dari proses yang terus menerus—dari keberanian mengevaluasi, ketelitian merencanakan, dan kesungguhan seluruh unsur untuk menjalankan apa yang telah disepakati.
Bukan sekadar anggaran, RKAT UM Metro menjadi ruang menata masa depan. Dan bagi Program Vokasi, ruang itu menjadi momentum untuk menyelaraskan langkah, memperkuat program, dan memastikan pendidikan vokasi terus bergerak menjawab kebutuhan zaman. (*)